Sabtu, 06 Oktober 2012

prilaku anti sosial individu dengan individu lainnya ketika di tempat ramai

Nama : Ade Mahesa
kelas :2PA08
Jurusan : psikologi
NOM : 18511628



Prilaku                         : Ketidak perdulian individu dengan individu lainnya ketika kedaan ramai.
Subjek                         : Masyarakat
Tempat Observasi       : Gerbong kereta api
Tanggal Observasi       : 5 Oktober 2012
Hasil Observasi           : Di dalam sebuah  masyarakat terkadang ada rasa saling tidak perduli satu sama lain, terutama pada orang yang tidak ia kenal, dalam hasil observasi saya ini, saya banyak mengamati ini terjadi pada kalangan sosial yang biasanya terjadi pada saat keadaan sedang ramai, terutama ramai di kendaraan-kendaraan umum fasilitas milik Negara, seperti kereta, bus, angkutan kota, dan lain-lain. Pada hasil observasi saya ini, saya mengambil contoh di dalam gerbong kereta api commuter line tujuan kranji – pasar senen, saya mengambil contoh di dua gerbong, pertama gerbong penumpang umum, kedua gerbong penumpang wanita (di dalam gerbong penumpang wanita, saya di bantu oleh teman wanita saya). Pada gerbong pertama, yaitu gerbong penumpang umum, di sini terlihat oleh saya akan ketidak perdulian individu dengan individu lainnya, kenapa? Karena individu-individu yang berada di dalam gerbong, pada awalnya memiliki pemikiran yang sangat biasa, saya beranggapan, bahwa pemikiran itu adalah ketakutan  individu-individu  yang berada dalam gerbong tidak dapat atau tidak kebagian tempat duduk. Sehingga mereka saling berdesakan untuk masuk, berdesakan untuk berebutan tempat duduk, bahkan tidak memperdulikan individu lain yang lebih lemah dari mereka, seperti lansia, ibu hamil, ibu yang membawa anak masih kecil, dan individu lemah lainnya. Dan saya juga melihat, mereka yang telah duduk seperti berpura-pura tidak tahu, bahwa ada individu lemah di depannya yang lebih membutuhkan tempat duduk itu di banding individu kuat lainnya yang terlebih dahulu mendapatkan tempat duduk. Seakan-akan mereka berfikiran “nanti juga ada orang lain yang memberikan tempat duduknya untuk orang itu”.
Di dalam gerbong kedua, yaitu gerbong wanita, saya hanya sedikit mengamati di gerbong ini melewati perbatasan gerbong penumpang umum dan gerbong penumpang wanita, karena saya memang tidak di perbolehkan masuk ke dalam gerbong wanita. Namun, ada keganjilan di gerbong ini, setelah saya mendapatkan hasil pemotretan melalui kamera teman saya yang ikut membantu, dan saya juga melihat keganjilan secara langsung walaupun hanya sedikit yang saya lihat, selain tidak perduli akan individu lain, di gerbong wanita ini juga terjadi pelanggaran aturan di dalam kereta. Saya melihat di sini ada beberapa lelaki yang menyusup ke gerbong wanita, teman saya pun mendapatkan bukti melalui foto-fotonya, ya walaupun beberapa lelaki ini terlihat berdiri, bukan duduk, tetapi tetap saja ini selain melanggar hokum, juga membuat ketidak nyamanan sosial, yang harusnya gerbong ini hanya untuk wanita, tetapi ada lelaki yang menyusup sengaja atau pun tidak sengaja. Karena kondisi ramai yang terjadi di gerbong penumpang umum, memaksa para lelaki ini masuk ke dalam gerbong wanita.
Di atas merupakan sebuah contoh, contoh dari pengamatan saya dari perlakuan-perlakuan individu terhadap lingkungannya ketika berada di tempat umum yang memiliki suasana ramai, ya walaupun tidak sedikit juga individu yang memiliki rasa perduli yang tinggi, yang tidak mementingkan kenyamanannya sendiri di dalam kondisi ramai seperti di atas.
Analisis Prilaku           : - Prilaku Makro(prilaku yang di akibatkan dari system, atau budaya).
                                         Prilaku Makro di dalam pengamatan di atas melibatkan system budaya yang di anut sebagian besar oleh masyarakat Indonesia, yaitu system budaya “yang terkuat dan yang terlincah lah yang mendapatkan posisi ter-enak” system budaya ini biasanya di gunakan masyarakat Indonesia pada saat mereka sedang berada di tempat umum, kendaraan umum, atau pun kondisi ramai lainnya.
                                     -  Prilaku Meso(prilaku yang di pengaruhi oleh orang lain)
                                         Di dalam keadaan ramai, pengaruh orang lain juga dapat berpengaruh kuat akan prilaku kita, ada beberapa hubungan hubungan yang terkait pada prilaku meso ini dan pengamatan saya di atas. Seperti teman-temannya mempengaruhi dirinya agar terus tetap duduk agar mengobrolnya lebih nyaman dan enak, di banding dia berdiri untuk memberikan kursinya untuk orang lain yang lebih lemah darinya, jadilah dia tidak jadi memberikan tempat duduknya untuk orang lain yang lebih lemah dari dia dan tidak ia kenal, demi mengobrol dengan temannya yang ia kenal.
                                     -  Prilaku Mikro(prilaku dari individu itu sendiri)
                                         Prilaku ini berasal dari individu itu sendiri, apabila pikiran individu itu jernih maka prilaku individu itu akan jernih dan positif, begitu pun sebaliknya. Contoh dari pengamatan saya di atas adalah, apabila individu itu memiliki pikiran yang terburu-buru pikiran telat ke kantor, atau pikiran buruk lainnya, maka prilakunya pun akan menganggu individu lain dan  membuat ketidak nyamanan dalam lingkungan, contoh spesifiknya adalah, beberapa lelaki yang masuk ke dalam gerbong wanita karena ia dalam keadaan terburu-buru atau takut telat untuk bekerja.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar