Senin, 13 Mei 2013

Definisi kepribadian menurut Rogers

Inti dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Rogers menerima istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing individu.
Ø Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri.
Manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak- kanak. Rogers lebih memandang pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang dan juga akan mempengaruhi juga kepribadiannya, namun ia tetap fokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri (be myself) dan mengembangkan sifat serta potensi- potensi psikologis individu yang unik. Aktualisasi diri akan terbantu atau terhalang oleh pengalaman dan belajar khususnya dalam masa kanak- kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Saat mencapai usia tertentu (adolensi) individu akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.
Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, tentang pengalaman yang berhubungan dengan “aku” dan “aku dari yang bukan aku”. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri yang seungguhnya dan konsep diri yang ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut cocok atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi, yaitu Incongruence dan Congruence. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual yang disertai dengan pertentangan dan kekacauan batin, sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan cermat dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.

Pokok-pokok teori kepribadian sehat menurut Rogers :

Konsepsi – konsepsi pokok dalam teori Rogers adalah

1. Organism , yaitu keseluruhan individu ( the total individual )

(a) . Organisme bereaksi sebagai keseluruhan terhadap medan phenomenal dengan maksud memenuhi kebutuhan-kebutuhannya .

(b) . Organisme mempunyai satu motif dasar yaitu : mengaktualisasikan dan mengembangkan diri .

2. Medan phenomenal , yaitu keseluruhan pengalaman ( the totality of experience ) , yang
memiliki sifat disadari atau tak disadari tergantung apakah pengalaman yang mendasari
medan phenomenal itu dilambangkan atau tidak .

3. Self , yaitu bagian dari medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola – pola
Penagamatan dan penilaian sadar daripada “I” atau “me” . Self mempunyai macam – macam s
Sifat yaitu :

(a) . Self berkembang dari interaksi organism dengan lingkungannya .
(b) . Self mungkin menginteraksikan nilai-nilai orang lain dan mengamatatinya dalam                             cara bentuk yang tidak wajar .
(c) . Self mengejar ( menginginkan ) consistency ( keutuhan / kesatuan, keselarasan )
(d) . Organism bertingkah laku dalam cara yang selaras (consistent) dengan self .
(e) . Pengalaman – pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai
ancaman .
(f) . Self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan (maturation) dan belajar .

Menurut Rogers “ jalan yang paling baik untuk memahami tingkah laku ialah dengan melalui internal frame of reference orangnya sendiri “ . Rogers berpendapat bahwa self-report tidak memberikan gambaran yang lengkap mengenai kepribadian karena :

1. Orang mungkin sadar akan kesalahan tingkah laku akan tetapi tak dapat menyatakannya           dalam kata – kata .
2. Orang mungkin tidak menyadarinya .
3. Orang mungkin menyadari pengalamannya dan dapat menyatakannya , tetapi dia tidak             mau berbuat demikian . Apabila dipaksakan member jawaban dia mungkin          memperdayakan .


A. Perkembangan kepribadian “self”
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan, atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain – lainnya. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dari dirinya dan semua benda yang dilihat, didengar, diraba, dan diciumnya ketika dia mulai membentuk suatu lukisan dan gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu “pengertian diri” (self-concept). Dan self concept sangat dipengaruhi oleh peran sang ibu

B. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu
Cara-cara khusus bagaimana anak itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil. Pada waktu diri itu berkembang, anak itu juga belajar bagaimana membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini “penghargaan positif” (positive regard).
Positive regard,suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki semua manusia; semua anak terdorong untuk mencari positive regard. Akan tetapi tidak semua anak menemukan kepuasan yang cukup akan kebutuhan ini. Akan puas jika menerima cinta, kasih sayang, dan persetujuan dari orang lain. Apakah anak itu kemudian akan tumbuh menjadi suatu kepribadian yang sehat tergantung pada sejauh manakah kebutuhan akan positive regard ini dipuaskan dengan baik.

C. Ciri-ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):
 
a. Keterbukaan pada pengalaman 
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.

b. Kehidupan Eksistensial 
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.

c. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.

d. Perasaan Bebas 
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan -paksaan atau rintangan -rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.

e. Kreativitas 
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri -ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata -mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan serta perkembangan orang lain. Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya tampaknya merupakan pusat dari dunia, bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya.


Sumber :
Schultz, D.psikologi pertumbuhan : model – model kepribadian sehat. Yogyakarta: kanisius, 1991.
Suryabrata, S.psikologi kepribadian. Jakarta: kanisius, 1982.
Psikologi kepribadian Penulis: Agus Sujanto; Penerbit: Bumi Aksara
Schultz, Duane. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Kanisius, 1991.

Selasa, 16 April 2013

kepribadian sehat menurut 3 mazhab besar psikologi

Hello my friend, ketemu lagi nih sama saya, ade mahesa… heem kali ini saya menulis tentang manusia nih, lebih tepatnya kepribadian yang sehat bagi manusia, tapi menurut 3 mazhab besar psikologi.

Di bawah ini adalah pendapat dari 3 aliran besar dari psikologi yaitu behavioristik, humanistik, dan psikoanalisa tentang manusia, mereka mengeluarkan teori-teorinya tentang manusia, tentang kepribadian manusia yang sehat dan teori-teori tentang manusia lainnya, mari kita simak bersama. Cek it out!
1. ALIRAN PSIKOANALISA
Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini juga mengabaikan potensi yang dimiliki oleh manusia, selain itu juga berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens).Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari.
Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit dari kodrat manusia, karana hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Aliran ini mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan  biologis dan konflik masa kanak-kanak.
Aliran ini menyatakan bahwa struktur dasar kepribadian manusia sudah terbentuk pada usia lima tahun. Freud membagi struktur kepribadian dalam tiga komponen, yaitu id,ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen tersebut. Id merupakan sumber dari insting kehidupan (makan, minum, tidur) dan insting agresif yang menggerakkan tingkah laku. Id berorientasi pada prinsip kesenangan. Ego sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi pada prinsip realitas.Superego merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan norma di masyarakat mengenai baik-buruk atau benar-salah. Superego berfungsi untuk merintangi dorongan id, terutama dorongan seksual dan sifat agresif, juga mendorong ego untuk menggantikan tujuan realistik dengan tujuan moralistik, serta mengejar kesempurnaan.
Secara umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak kesakitan dan mencari kenikmatan. Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual mengarah pada perilaku neurosis. Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi selama proses perilaku.

2. ALIRAN BEHAVIORISME
Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas. Jadi, manusia dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia di anggap tidak memiliki diri sendiri.
Behaviorisme menekankan perspektif psikologi pada tingkah laku manusia, yakni bagaimana individu dapat memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, dan menjadi lebih mengetahui. Behaviorisme memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan, pengalaman, dan pemeliharaan atas bentuk perilakunya. Tujuan aliran psikologi Behaviorisme adalah mencoba memprediksi dan mengontrol perilaku manusia sebagai introspeksi dan evaluasi terhadap tingkah laku yang dapat diamati, bukan pada ranah kesadaran.
Hakikat aliran Behaviorisme adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu. Kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Menurut B.F. Skinner, cara efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) dan pemberian hukuman (punishment). Jadi, yang menjadi prinsip umum dalam aliran Behaviorisme adalam tingkah laku sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan kebiasaan dalam individu.

3. ALIRAN HUMANISTIK
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

Sumber :
1. Lindsay,Gardner. Editor: Sugiyono. 1993. Psikologi Kepribadian 3 Teori-Teori Kepribadian dan Behavioristik. Kanisius : Yogyakarta
2.  Baihaqi,MIF.(2008). Psikologi Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hlm. 4-6
3. Aronson, Elliot, dkk .2007. Social Psychology. Upper Sadlle River,NJ :Pearson 
4. P.B Dwi Riyanti. Hendro Prabowo. Ira Puspitawati. 1996. Psikologi  Umum 1. Jakarta:  Gunadarma


Minggu, 10 Maret 2013

Definisi Tentang Sehat


Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas daripenyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yangmeliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO (1947)Definisi Sehat Dalam KeperawatanSehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalamberhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengantujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukanuntuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. (Pender (1982))Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces)yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care Aktions) secaraadekual.Self care Resoureces : encangkup pengetahuan, keterampilan dansikap.Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial da piritual.(Paune (1983))Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahteradari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosialdan ekonomi (UU No.23,1992)
CIRI-CIRI SEHAT
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa danmengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalamigangguan.Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,emosional, dan spiritual.1.

Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.2.

Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dansebagainya.3.

Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasasyukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnyasehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.4.

Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan denganorang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, sertasaling toleran dan menghargai.5.

Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni
 
mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnyaberprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, ataupelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.
 Aspek-aspek pendukung kesehatan
Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnyaapabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahalpendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukupparah, seperti kanker yg baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berartisebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa.Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat.Sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, di manaseluruh sistem organ di tubuh kita bekerja dengan selaras. Faktor-faktor ygmempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:1.

Nutrisi yang lengkap dan seimbang2.

Istirahat yang cukup3.

Olah Raga yang teratur4.

Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang5.

Lingkungan yang bersihApabila salah satu saja dari kelima faktor ini tidak tercukupi, akanmembuat keseimbangan kinerja organ tubuh terganggu. Sesungguhnya tubuhmemiliki mekanisme otomatis untuk mengembalikan keseimbangankesehatannya , akan tetapi apabila hal ini berlangsung terus-menerus ataukekurangan tersebut dalam jumlah yg cukup besar, maka tubuh tidak mampumengembalikan keseimbangan, dan hal inilah yg kita sebut sakit.Istimewanya tubuh manusia, walaupun dalam kondisi sakit tubuh tersebut tetap dapat memulihkan dirinya sendiri. Untuk itu perlu dibantu denganmemberikan nutrisi dalam jumlah yang memadai secara lengkap ditambahdengan istirahat yang cukup. Dalam keadaan ini obat bukanlah faktor utamapemulihan, karena ada sebagian orang yg dapat pulih dari sakit tanpa bantuanobat, seperti misalnya penderita flu dan pilek. Obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihandan harus sesuai dengan petunjuk dokter.


Senin, 19 November 2012

dampak negatif pada interpersonal seorang remaja dalam dunia internet

Assalammualaikum...
Halllloooow..... ketemu lagi nih sama sayaa....
apa kabar dengan kalian readers.... kalo saya sih baik-baik aja hehe
okeh sekarang kita akan membahas tentang interpersonal nih... hem... ada yang tau ngga interpersonal itu apa? nih jawabannya, inter yang berarti luar dan personal yang berarti pribadi. maksud dari interpersonal itu sendiri adalah di mana kita mengatur diri pribadi kita terhadap dunia luar, bagaimana cara orang memandang kita melewati pribadi kita. that is interpersonal, koreksi ya kalo salah dari pengertian saya hehe. okeh sebenarnya kita juga akan ngebahas tentang negatif internet pada remaja juga sih, lanjuuuut?? lanjuuuut......

okeh... kita lanjut, di sini kita sebenernya mau membahas tentang interpersonal remaja pada dunia maya atau internet dan efek negatif internet terhadap interpersonal remaja. okeh kita mulai. Remaja adalah masa masa pencarian identitas diri, di sini remaja selalu merasa labil, tidak bisa membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah, mereka mencampur adukan kedua hal tersebut menjadi satu sehingga terjadi sebuah penyimpangan yang menghawatirkan orang tua, dunia jaman sekarang tidak jauh dari teknologi, dan teknologi menyuguhkan jalan jalan menuju dunia lewat jaringan internet. heeem.... kalo di lihat lihat remaja jaman dulu dan jaman sekarang itu beda banget ya.... remaja jaman dulu itu udah gedenya pasti sukses jika interpersonalnya terlatih dengan baik, kalo jaman sekarang?? sangat memprihatinkan menurut saya ya walaupun sangat aktif dan maju dalam bidang teknologi. okeh kita lanjuuut.... heeem.... karena ini sebuah dampak negatif penggunaan internet pada interpersonal remaja, kita akan membahas juga kegiatan apa saja yang di lakukan oleh para remaja di internet apa aja siiiih?? yuk kita tengok.

nyang pertama ada yang namanya chatting.... chatting ini merupakan kegiatan interpersonal, komunikasi interpersonal juga, karena di chatting para remaja dapat saling berhubungan walaupun hanya lewat tulisan semata, namun hal negatif chatting ini adalah, remaja jadi tidak aktif dalam dunia sosial nyata, justru mereka cenderung aktif pada sosial dunia maya yang tidak tau dengan siapa mereka berhubungan, orang yang tidak mereka kenal, dan mereka saling sok akrab, di tambah banyak sekali kejahatan di dunia maya dengan modus chatting seperti ini.

nyang kedua ada yang namanya not real relationship, nyang artinya hubungan yang tidak nyata, yaitu kyk pacaran via internet, virtual relationship kyk gini nih yang bener bener bahayam terutama bagi remaja wanita, dampak negatifnya adalah, mereka terlalu membuka diri terhadap pasangan yang belum ia kenal, siapa tau ternyata pasangannya mayanya ini memang mempunyai niat buruk terhadap para remaja.

nyang ketiga ada yang namanya cyber cheating, cyber adalah dunia maya, cheating adalah kecurangan, kecurangan dunia maya, ini biasa terjadi pada remaja remaja penggila game online, mereka secara tidak langsung untuk berlaku curang dengan menggunakan cheat, lalu mungkin adanya kecurangan pada dunia cyber lainnya, seperti pada saat lomba blog, semuanya dapat di atur apabila remaja ini sudah ahli dalam mengkoding rumus-rumus algoritma yang ada di internet.

kyknya segitu dulu deh yak temen temen.... pasti masih banyak lagi dampak negatif yang ada di dunia maya yang menyangkut interpersonal remaja.... okeeeh capcus, terima kasih udah baca yak teman teman....

wassalammualaikum.....

Senin, 12 November 2012

Lomba November 2012

Sepakbola Nasional dan Mancanegara

"Keberadaan Aspek Psikologis pada Kisruh Sepak Bola Indonesia"

Bismillah....
okeh ketemu lagi dengan saya ade mahesa di artikel ini, okeh, sekarang kita ingin membahas tentang sepakbola, namun saya akan meneliti lebih dalam pada sepakbola nasional sih, tau kan dunia sepakbola di Indonesia ini lagi carut marut gara-gara ada 2 kubu, yaitu kubu PSSI dan kubu KPSI. nah di sini saya akan membahas keberadaan aspek psikologis dari mereka yang terlibat dalam kisruh di sini.

okeh mari kita mulai... kisruh=konflik=adanya pro dan kontra, dari kata-kata ini pasti yang kalian bayangkan adalah sebuah carut marut yang tidak karuan, dalam sebuah kisruh pasti sangat mengganggu psikologis orang yang terlibat dalam kisruh tersebut. dalam sepak bola Indonesia sekarang, seperti tidak ada habisnya untuk bisa di selesaikan secara tepat dan benar, sekalinya ada kongres untuk membenarkan dan menyelesaikan masalah, mereka malah melanggarnya lagi setelah kongres itu selesai, tidak peduli yang melanggar dari pihak PSSI (Djohar Arifin) ataupun KPSI (La Nyala Mataliti). seakan-akan mereka tidak perduli akan dunia sepak bola Indonesia ini, mereka sangatlah egois, karena mereka tidak peduli pada masyarakat Indonesia yang sebagai suporter Tim Nasional Indonesia dibuat bingung untuk memilih yang mana TIMNAS Indonesia yang harus di bela, carut-marut yang terjadi tidak hanya membuat suporter bingung namun juga membuat pemain bingung, galau, apakah mereka harus membela timnas KPSI atau timnas PSSI. dalam kontrak kongres AFC kemarin, KPSI dan PSSI menyetujui JC(joint commite) yang berisikan permintaan antara dua yang katanya "pembela dan pemersatu sepakbola Indonesia" ini. namun, akhir akhir ini perjanjian perjanjian di JC mereka langgar satu persatu, sehingga kacau lagi lah permasalah sepakbola di Indonesia ini.

Sekali lagi dan sekali lagi, tidak akan bisa selesai, kalo kedua pihak di atas tidak ada yang mau mengalah, ntah itu PSSI ataupun KPSI. dari sisi Menpora pun tidak bisa membantu banyak, kenapa? karena semuanya sudah masuk ke dalam dunia politik Indonesia yang kotor, sepakbola adalah salah satu hiburan bagi masyarakatnya, kenapa harus terkontaminasi oleh sebuah politik, kenapa terkontaminasi oleh orang-orang bodoh yang tak bertanggung jawab. kalau sudah tidak ada sepakbola yang menghibur lagi di Indonesia habis lah masyarakat Indonesia karena hiburan yang paling meriah sudah tidak ada lagi karena ke egoisan para pelaku politik yang sok-sok-an mau benerin sepakbola di Indonesia, mana buktinya? bukti bahwa sepak bola Indonesia sudah di benah, tidak ada kan? hanya ada sebuah rak piala kosong yang mulai menjadi hunian laba-laba di PSSI. sangat tidak bertanggung jawab orang-orang yang terlibat ini. apakah mereka mengalami sebuah pengkontrolan diri atau diffence mecanism (mekanisme pertahanan) agar kejelekan mereka tak terbongkar, atau hanya melihat sisi egosentrisnya untuk kekuasaan semata tanpa memikirkan the real football?? atau mungkin juga, mereka mengalami ketidak sehatan mental dalam menghadapi masalah, sehingga masalah sepak bola ini tidak selesai.

Lanjut? okeh kita lanjut, sekarang kita akan membahas ada apa dengan diri mereka, diri para pelaku yang membuat sepakbola Indonesia ini hancur, pasti ada sebuah tekanan yang menekan kebenaran yang ingin keluar dari diri mereka, ntah itu faktor intern atau extern. hanya mereka dan orang-orang yang terlibat yang tau. dalam sebuah masalah, atau sebuah konflik, pasti individu menggunakan diffence mecanism mereka untuk membuat segalanya sesuai dengan keinginan mereka, kalo keinginan mereka melenceng dari konflik yang di hadapi, otomatis mekanisme pertahanan diri mereka juga akan membawa mereka justru malah pada banyak masalah, bukan hanya masalah sebelumnya, namun akan ada banyak masalah lainnya. biasanya sebuah mekanisme pertahanan diri seseorang itu dengan cara berbohong dan membelot, agar dirinya tidak ketahuan seperti apa. Nah!! mungkin saja karena mekanisme pertahanan diri yang mereka (ketum PSSI dan ketum KPSI) miliki ini tidak bagus sehingga tidak ada yang mau mengalah dan hanya sebuah ke-egoisan yang mereka hasilkan, karena mereka takut kejelekan mereka akan terkuak.

sekian sebuah bacaan ringan dari saya, mengenai kisruh sepakbola indonesia dan keberadaan aspek psikologis di dalamnya, semoga anda menyukainya dan bermanfaat.
terima kasih, Wasalammualaikum.

blog pribadi : justam12.blogspot.com

Rabu, 24 Oktober 2012

pengaruh smar gadget di kalangan anak-anak, remaja, dan orang dewasa

Assalamualaikum...
haloo... bertemu dengan saya, ade mahesa.... ini nih, saya ada info tentang pengaruh smartgadget... silahkan di baca yooo

sudah kebanyakan kita tau apa itu smart gadget, ya, dapat berupa smart phone, game portable, dan baru-baru ini adalah tablet yang di keluarkan oleh banyak industri gadget, maraknya gadget ini memiliki dampak postif maupun negatif, baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Dengan adanya teknologi ini di kalangan anak-anak dapat menimbulkan berbagai macam masalah, mulai dari masalah internet, mengingat semua perangkat gadget memiliki aplikasi untuk berselancar di dunia maya. Nah, dalam hal ini yang musti di waspadai oleh orang tua, perlu adanya pengawasan dan pengendalian orang tua terhadap gadget yang di gunakan sang anak, gadget memiliki hal positif bagi anak-anak, ya, anak-anak dapat berkomunikasi dengan mudah dengan orang tuanya, dan dapat berkreatif dengan aplikasi-aplikasi tertentu, namun, gadget juga memiliki hal negatif, dengan adanya perangkat gadget yang di miliki anak, dapat menyebabkan unsocial condition, yaitu, anak tidak mau bermain bersama temannya maupun lingkungan sekitar, karena dengan adanya gadget ini, anak dapat mengurung diri karena asik dengan segala aplikasi permainan di dalmnya, anak juga susah untuk berkreatif di dalam dunia fisik yang menggunakan alat-alat untuk menggambar, dan susah untuk berkreatif dalam lingkungan.

Tidak hanya anak-anak, namun remaja pun sudah memulai merambah dunia smart gadget ini, dalam ilmu psikoilogi, rata-rata, usia remaja itu sudah memulai masa menstruasi, nah, masa ini yang agak perlu di perhatikan, dan perhatikan juga dalam penggunaannya, karena bisa saja, di kala remaja belum tau apa-apa tentang seks, namun,dia ingin tau dan dia menggunakan gadget untuk mencari informasinya. Nah, dari situlah hal yang memprihatinkan orang tua di mulai, seusia remaja sudah mengenal seks dapat menambah pengetahuan, namun, itu juga dapat berbahaya bagi remaja yang ekstrim dalam bertingkah laku. Belum lagi remaja manja yang ingin sekali di belikan gadget dengan teknologi canggih dan keluaran terbaru dapat memusingkan orang tua, dan masa remaja pun sudah mengenal lawan jenis, sehingga kehadiran gadget ini pun dapat mempermudah mereka bertemu tanpa sepengetahuan orang tuanya, dan musti di wanti-wanti juga.

Kalau dalam usia dewasa, mungkin gadget ini sudah mulai di butuhkan dalam hal yang positif, ya seperti mengerjakan tugas, browse jurnal-jurnal, melakukan transaksi bisnis, kemudahan dalam mengerjakan pekerjaan, dan berbagai macam hal lagi, dapat kita maklumi dalam dunia dewasa ini, karena mereka sudah mengerti yang mana yang tidak bagus, dan yang mana yang tidak bagus untuk diri mereka, ya pasti ada saja yang terlewat batas dalam menggunakan gadget ke hal yang tidak bagus untuk dia dan merugikan orang banyak. Contoh saja hacker, mereka itu menggunakan gadget yang tingkat tinggi dan ada yang canggih adapun yang standard dalam penggunaanya, mereka melakukan hal yang di anggap bagus untuk dia, namun sebenarnya itu sangat merugikan orang banyak, namun hacker pun memiliki segudang manfaat yang luar biasa bagi umat manusia, dan tidak sedikit juga kerugiannya.

maaf apa bila artikael saya ini banyak sekali mengungkapkan kejelekan gadget di banding manfaatnya, namun itu semua sesuai pengamatan saya di lingkungan sekitar saya, hanya sebagai pengingat pembaca untuk memperhatikan anaknya bagi para orang tua, dan batasi pemakaiannya, jangan sampai gadget yang di buat untuk membantu manusia ini malah jadi bumerang untuk kita. terima kasih.
Wassalamualaikum...